Bagaimana meraih impian walau kamu salah jurusan?
>> Rabu, 07 November 2012
Executed by : Nur Akbar (2009)
Apakah kamu pernah berkata " ah gw salah jurusan nih " atau " gw salah ambil jurusan , pantes aja nilai gw jeblok terus "
buat kamu yang ngalamin itu , ini bacaan buat kamu :)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Seorang kawan mengeluh bahwa ia salah jurusan. Inginnya ia ke
fakultas X, sekarang malah ada di fakultas Y. Ia selalu berkata bahwa ia
tak berminat di fakultas yang sekarang. Ogah-ogahan belajar. Tak ada
pemantik. Tak ada gairah.
Saya selalu percaya bahwa pekerjaan terbaik adalah pekerjaan yang
sesuai dengan minat kita. Tak peduli serendah apa pekerjaan itu di mata
orang lain, tak peduli betapa tak populernya ia, tetaplah itu yang
terbaik bagi diri kita. Karena bekerja tidak hanya mencari uang. Ia
adalah salah satu sumber kebahagiaan. Pekerjaan juga adalah ibadah. Apa
bagusnya ibadah yang dilakukan dengan terpaksa?
Dan lalu, apa yang harus kita lakukan?
Langkah pertama, jika memungkinkan, pindahlah ke jurusan yang menjadi
minatmu. Renda hidupmu dari awal lagi. Menyakitkan memang, tapi toh
kadang obat yang pahit harus diminum demi kesembuhan.
Namun, ini bukanlah surga. Ini dunia yang tidak sempurna. Selalu ada
keterbatasan. Ada teman yang tak bisa pindah jurusan karena berbagai
kendala seperti umur, biaya, tidak diizinkan orangtua, dan lain-lain.
Apa yang bisa kita lakukan?
Mudah saja, belajar otodidak. Itulah langkah kedua.
Seorang sahabat mengalaminya. Ia ingin kuliah di jurusan X karena
menggemari sebuah ilmu yang ia katakan menjadi “bagian hidupnya”. Namun,
nasib berkata lain. Sekarang ia di jurusan Y yang sama sekali tak ada
di benaknya. Toh ia tidak menyerah. Dengan kemampuannya akan ilmu itu
yang tergolong langka di jurusannya, jadilah ia terkenal. Dari situ, tak
peduli dengan titelnya sebagai mahasiswa Y, ia belajar mati-matian ilmu
X langsung dari para pakar. Malah, konon ia sedang mempersiapkan sebuah
teori baru. Tidak ada alasan mengapa ia harus repot-repot melakukan itu
selain karena cinta. Ya, ia cinta ilmu itu. Dan tidak ada yang bisa
menghalanginya, sekalipun itu sistem.
Kedua langkah itu bisa dilakukan dengan hati yang mantap dengan satu
syarat: kamu mengetahui apa tujuanmu. Kamu tahu apa mimpimu sehingga
kamu bangkit lagi setelah terjatuh berkali-kali di sana. Kamu tahu apa
yang kamu mau, sehingga kamu rela merajut dari nol lagi. Kamu paham hal
apa yang paling penting bagimu, karena itulah kamu berani mengambil
keputusan untuk hidup ini. Inilah yang jarang dimiliki generasi muda
sekarang: keberanian menemukan mimpi dan keberanian mengambil keputusan
untuk meraih mimpi itu.
( via http://ow.ly/1GFyb )

0 komentar:
Posting Komentar