Essai : Dislike at The First
>> Rabu, 14 November 2012
Oleh : Azizah (2011)
Raga
membeku, lisan pun keluh, tak ada kata yang dapat menggambarkan kondisi
pikiranku saat itu. #Ceilee
Yah,
setidaknya aku benar benar bingung dan kacau saat menatap layar monitor
komputer di rumahku. Disana jelas tertulis “SELAMAT, ANDA LULUS DALAM PROGRAM
STUDI KEPERAWATAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR”, kata-kata singkat yang bisa mengubah
jalan hidupku dalam sekejap. Honestly, aku justru sedikit berharap agar tidak
lulus di jurusan ini. Bukannya pamer apalagi sombong loh ya, tapi sebelum
pengumuman itu aku sudah dinyatakan lulus di jurusan farmasi dan analisis
kesehatan, yang sebenarnya aku lebih memilih jurusan-jurusan itu dibandingkan
keperawatan.
Hmm,
mungkin ini kali ya yang dinamakan andilau
alias antara dilema dan galau. Rasa-rasanya berjuta-juta pemikiran pop out in my brain pas natap layar
monitor ajaib itu, pas ngebaca tulisan aneh itu yang bisa ngebuat aku kaku
beberapa menit. Gimana kalo mama maksain masuk keperawatan, gimana kalo aku
disuruh milih jurusan-jurusan itu, gimana kalo pilihanku gak sesuai sama
mereka, gimana kalo akhirnya aku kuliah di makassar, gimana kalo aku gak kuat
jauh dari ortu, gimana kalo gimana kalo gimana kalooooo. Huah, ini otak bisa
pecah seketika rasanya.
Try to breathe deeply,
huussaaaaah
Kabur
dari depannya monitor ajaib, menuju ke ruang tamu yang personilnya ada mama,
abah, dan kakak. Kasih tau gak eaa? kasih tau gak eaaaa? Masih belum berani
ngomong ke mereka tentang pengumuman lulus di keperawatan ternyata. Besok-besok
aja sudah ngasih taunya, butuh persiapan mental juga dengar pendapat mereka
tentang jurusan yang satu ini, pikiranku saat itu.
Keesokan
malam harinya, masih dalam agenda keluarga biasanya, ngumpul diruang tengah
sambil nonton bareng ngetawain tingkahnya sule. Okke, ini saatnya kukatakan
semua. #ceileee
Tanpa
basa-basi, withoutopening session,
plus ekspresi wajah datar, terucap kata “ma,
nur lulus di keperawatannya UIN”. Senyum sumringah pun menyambutku tanpa
kuminta, “alhamdulillah naak kalo gitu,
jadi mau ambil jurusan yang mana ini?”, sesaat aku merasa ada titik cerah
agar memilih sesuai yang aku mau, “kalo
nur, kayaknya lebih condong ke yang farmasi ma”. Senyum yang tadi mulai
luntur deh, hmm persis seperti yang kubayangkan diawal, gini nih jawabannya
mamaku “kalo kamu memang betul betul mau
di jurusan itu, coba dipertimbangkan aja lagi nak, mama sih Cuma pengen bisa
dirawat oleh tangan anak mama sendiri”. Hmmm, habis suda harapanku untuk
dijurusan lain, aku memang paling gak bisa ngebantah permintaannya mamaku,
apalagi bener bener skakmat gak punya jawaban lagi, lagian satu rumah ngedorong
aku masuk ke jurusan ‘kemayu’ itu.
Pasrah bener bener pasrah dah aku.
Persis
kayak waktu liat pengumuman itu, wajah datar pikiran kosong melompong terpajang
saat hari pertama masuk kuliah sebagai mahasiswa keperawatan UIN. Yang awalnya
memang sudah badmood, jadi makin badmood gara-gara dikumpul kumpul sama senior
yang pada merokok didalam ruangan, makin ngerasa salah masuk jurusan rasanya.
Belum lagi tugas-tugas yang cukup menggila plus laporan-laporan yang bikin otak
bisa berdarah. #lebaimodeon
Tapiiiiiiii,
semua keterdislikean terhadap jurusan ini lumpuh sudah seiring bertambahnya
pemahamanku tentang keperawatan, dan ada banyak harapan dan impian dari mama
untukku disini. At the first i do everything in this major bcz of my mom, bcz i
want to make her dreams comes true. Dan kini, mimpinya telah menjadi mimpiku,
masih banyak hal yang harus aku raih, masih banyak cita yang perlu tuk digapai.
Jurusan ini telah menjadi jalanku, jalan untukku membahagiakanmu. Ibu
Nb : Ini juga salah satu esai terbaik, selamat nah...
My Profile :
Full Name : Nurazizah
NickName : Azizah atau Ijah
TTL : Santan Tengah (KuKar), 16 Agustus 1993
Daerah Asal : Bontang, Kal-Tim
Gol. Darah : B
Jurusan : Keperawatan ‘01
Semester : III (Ganjil
Moto
Hidup : “Jadilah pembeda
sebaik-baiknya pembeda. Karena yang berbeda belum tentulah yang terbaik, dan
yang terbaik tentulah yang berbeda.”
Motivation : “jika ingin mendapatkan sesuatu yang
belum pernah didapatkan, maka lakukanlah hal (+) yang belum pernah dilakukan.
The point is, berpantas dirilah untuk mendapatkan segala hal (+)
yang kita inginkan.”
0 komentar:
Posting Komentar