Diberdayakan oleh Blogger.

Essai : Apakah kalian suka berada dalam jurusan keperawatan ?

>> Rabu, 14 November 2012

Oleh : Sofiati (2011)
Ya, saya sangat bersyukur dan merasa  bangga sekali bisa masuk serta terdaftar sebagai mahasiswa keperawatan di UIN Alauddin Makassar ini. Menjadi seorang Perawat merupakan impian bagi saya sejak saya duduk di bangku SMP. Tentu saja impian itu tidak datang dengan sendirinya dalam hidup saya. Itu semua berawal dari pengalaman-pengalaman kecil yang sangat bermanfaat sekali bagi saya, serta mampu  mengubah tujuan dan arah hidup saya sampai saat ini.




             Sebenarnya dari kecil cita-cita saya adalah menjadi seorang dokter, dimana dalam pikiran saya muncul perasaan ingin merawat orang yang sakit,  bisa memberikan obat, mengobati luka pasien, bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang hidup di bawah standar kemiskininan dll. Namun ternyata semua itu bertentangan dengan apa yang telah saya alami dan amati selama ini. Hal itu bermula ketika orang tua saya membawa saya berobat langsung ke tempat praktek dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang cepat dan pengobatan yang tepat. Hasil yang kami kami dapatkan amatlah jauh dari harapan kami, dokter yang datang terlambat, penanganan yang lambat, dan sungguh dokter yang sangat menyedihkan bagi saya senyumpun tidak pernah, dan yang paling menyedihkan bagi kami bukanya kami mengemis kata maaf dari dokter itu tapi yang setidaknya ada kata-kata yang terucap dari bibir pahit si dokter sebagai permintaan maaf atas keterlambatanya karena hampir 1 jam kami menungggu si dokter. Alasan dari orang tua saya tidak membawa langsung saya ke puskesmas karena katanya apabila kami pergi ke puskesmas belum sampai di pintu masuk sudah terpasang muka muram dari para perawat yang bertugas, maklum kebanyakan yang datang adalah keluarga yang membawa kartu JAMKESMAS, kebanyakan ngomel dari pada kerjanya, dan terkenal juga sadis-sadis. Sungguh citra seorang perawat di mata masyarakat sangatlah buruk. Namun saya juga mengerti pekerjaan sebagai seorang perawat adalah bukan hal yang mudah , mungkin karena terlalu kelelahan menangani begitu banyak pasien, memeriksa setiap 3 jam dan masih banyak yang lainya. Padahal, tidak semua perawat bersikap seperti itu kepada pasienya seperti yang dikhawatirkan orang tua saya dan masyarakat pada umumnya. Perawat  betul-betul memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat, melayani pasien 24 jam penuh, langsung berurusan dengan masalah pasien seperti memasang infuse, malakukan hacting, membersihkan luka, mengganti balutan, dan mendengarkan langsung keluh kesah dari pasien, bahkan perawat mempertaruhkan nyawanya apabila menangani pasien yang dengan penyakit menular, tidak tertutup kemungkinan perawat sendiri bisa tertular oleh penyakit pasien tersebut jika kondisi perawat tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan tersebut (sakit), maupun jika perawat tidak berhati-hati dalam melakukan tugasnya, yang  jika hanya dibandingkan dengan pekerjaan  seorang dokter hanya datang memeriksa satu kali sehari, tidak ada yang bisa bergerak selagi dia memeriksa, satu pasien bisa di hitung menit sungguh ironis sekali kenyataan yang harus di hadapi oleh seorang perawat. Apalagi di mata masyarakat awam perawat adalah seseorang yang hanya dianggap sebagai pembantu dokter, yang melakukan pekerjaan ketika dokter yang menyuruh, bahkan sampai saat ini anggapan seperti itu masih ada di sebagaian kalangan masyarakat.
Dari pengalaman-pengalaman tersebut cita-cita saya yang ingin menjadi dokter hilang begitu saja dan dalam hati saya muncul dorongan yang sangat kuat agar saya bisa menjadi seorang perawat, supaya saya bisa  membuktikan kepada masyarakat bahwa seorang perawat tidaklah seperti apa yang masyarakat pikirkan selama ini, saya akan  berusaha memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat bahwa seorang perawat itu bukan sebagai pembantu dokter tetapi sebagai mitra dari dokter, dokter hanya bisa melakukan pekerjaanya ketika di bantu oleh perawat. Saya akan berusaha memberikan pelayanan terbaik saya tanpa membeda-bedakan pasien dari segi sosial, pendidikan maupun ekonomi.  Serta yang paling penting bagi saya adalah untuk memegang kuat pada prinsip hidup saya  “sertai setiap langkahmu dengan keikhlasan dan senyuman” yang insya Allah  dapat mematahkan citra buruk masyarakat terhadap seorang perawat. Jadi berada dalam jurusan keperawatan ini bagi saya adalah sesuatu yang sangat-sangat saya sukai yang bukan hanya dijadikan sebagai pelarian karena sesuatu hal. 

Nb : Essai ini adalah salah satu dari tiga essai terbaik dalam perekrutan anggota SCLERA kemarin, selamat yah!  
 Biodata Penulis :
Nama lengkap       : Sofiati
Nama panggilan   : Sofi atau ati
TTL                         : Sie, 21 Juni 1993 
Asal                       : BIMA-NTB 
Jurusan          : Keperawatan B “011”     Semester                : III  (tiga)
Motto                   : “kegagalan merupakan         jembatan awal menuju kesuksesan

0 komentar:

Bahtiar (2009)

"virus "KEPENG" merajalela ..... hati2 efek sampingnya .... ckckckckck"

Nur Akbar (2009)

"Coming soon.. Musyawarah besar keluarga besar SCLERA.. Don't go any where!!!"

Bahtiar (2009)

"makanya kadernya juga jgn timbul tenggelam .... tetep mengapung .... hahahahaha"

"mau pemkes terus bikin baju n jket n gerakan 1rb sclera ters mau cari sekret"

"
berjuta pengalaman baru, beribu silahturahmi, beratus canda tawa, berpuluh keluh kesah, namun kita bersatu meretas segalanya ....memory of sclera in malino .... semoga menjadi batu loncatan menuju kemajuan"

Sahabuddin (2009)

"Dimata Z, Sclera diantara hidup dan mati... kedepannya harus lebih konsisten!"

Arman (2005)

Assalamu alaiku,...
Adik-adik/teman2 yang butuh alat/Buku kesehatan (kedokteran, keperawatan, bidan, dll) yang murah bisa hubungi 08524292013

Jackline (2009)

"For Ramla Runa Mana Foto2x Yg seru itu bersama Andi Enni Yulfanita,Ella Nag Nerzizta,Uchy Dompu,?Kasihan teman qt Sahabuddin Ubaydillah jd Fotografer sejati ditambah peristiwa2 lucu. Jd senyum2 sendiri kalo ingat kalian.Hehe:)"

"Nice Memory In Malino I'll not 4get it.Thankz 2 all Of U guYzs:)"

Anita Sukarno (2010)

"Ehh tabe senior... itu blog mohon dipublikasikan...krn mau tongki baca2ki jujaaa hehe

Oh iya.... mubes kita tgl 1-2 desember...itu masih perkiraan...."

Safri Jafar (2007)

"Apresiasi yg sebesar-besranya untk ade2 di sclera....
silahkan berproses dinda dan catatkan sejarah ta' dengan warna yg dinda anggap terbaik. Kami senior2 selalu mnjdi pendukung utama anda....."
"aslm.....
dinda, ada masukan dri slah stu teman. Klo nama Slera nda usah pke Ners tpi nursing aja krn Ners merujuk kpd Profesi Ners yg mrupakn tingkatan pendidikan di keperawatan.... Sdnkn Nurse merujuk kpd orgnya yg bkan lgi status mahasiswwa...
Terimaksih.
semangaddd."

Bahtiar (2009)

Sclera vacum...ndak ada kegiatan....saya kira inilah saat yang tepat do ACTION...NOT ONLY SAY LATER.....

Ayudiah Uprianingsih (2009)

"Kalau perawat perempuan dipanggil "suster", maka perawat laki-laki dipanggilnya "master" :-)

Nurul Akidah (2009)

"Teman2, ditauji memorinya itu rumah sebelum kita datang menginap disana semalam?"

*edisi horor

Fitriani Hardianti (2009)

"Sclera agak timbul tenggelam..
kdang kluar dgn berbagai macam kgiatan tpi kdang jga vacum.."

Ns. Arbianingsih Tiro, S.Kep, M.Kes

Selamat dan sukses aksi mhs perawat seindonesia ke DPR RI 15/10/12.600 org,berhasil mendesak anggota panja utk tandatangan janji menyelsaikan RUUK.target 22/10/12 masuk pleno komisi utk diserahkan ke baleg.terima kasih mhs,tetap semngat,calon perawat pemimpin masa depan.mari kita kawal bersama

Abd. Rahman Rara (2008)

kapan teman-teman sclera ngumpul lagi, mumpung masih belum terlalu sibuk, sisipkan waktu untuk duduk sama2 dan share knowledge untuk improvisasi ilmu keperawatan khususnya untuk sclera. teman2 angkatan baru menunggu inovasi dan karya terbaru dari sclera. saya kecewa jika mental teman2 untuk memulai beraksi puyar,...jk ini dibiarkan jagn harap teman2 akan memilki kpasitas ilmu keperawatan luas. klw cm mengandalkan proses belajar dikelas, sy yakin output ilmu tidak akan bertahan bahkan bertambah sekalipun pasti tidak akan. so, bagi teman2 yang memilki rasa malu, saya rekomendasikan untuk beraksi kembali. karyamu dnantikan oleh masyarkat keperawatan.

mari berbagi untuk berkarya,...

Imran Ahmad (2008)

"Saat kuliah, ingin rasanya menjadi bocah yang siap melakukan apa saja"

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP