Diberdayakan oleh Blogger.

Essaimu, langkah awalmu...

>> Rabu, 14 November 2012

Oleh : Nurul Akidah (2009)

Kemarin, tepat seleesainya rapat SCLERA, saya diberikan File oleh saudari sofiati dan nurazizah (2011) untuk memposting karya mereka dalam blog SCLERA, saya terima saja karena itu adalah hasil karya anggota baru SCLERA, dan katanya itu adalah essai terbaiki perekrutan kemarin, wah ini sungguh luar biasa sebagai langkah awal mereka....

Jujur, saya juga sering membuat essai dan tulisan-tulisan lain baik dalam bentuk cerpen yang dapat kalian lihat di blog saya, klik disini

Bahkan saya sering sekali merasa percaya diri mengirim hasil karya itu ke lomba-lomba cipta essai nasional, ada yang alhamdulillah akan terbit sebagai antologi (tunggu saja rilisnya) dan ada juga yang ditolak mentah2 bahkan tidak masuk nominasi...

pelajaran yang pernah saya dapatkan dari seorang juri essai nasional, yaitu dalam pembuatan essai, kita harus membedakannya ketika kita membuat catatan pribadi, curahan hati,  ataupun catatan pengalaman dan perjalanan, inti dari pembuatan essai sebenarnya adalah penawaran gagasan, mungkin ini yang perlu digarismerahi oleh para anggota baru dan anggota SCLERA yang lain ketika membuat essai.

Essai bukanlah curahan hati, tapi kumpulan paragraf yang mendeskripsikan dan menggambarkan keadaan atau insidensi sesuai dengan tema yang dimaksud, setelah paragraf itu, kita kemudian menyajikan gagasan orisinil kita sendiri, bukan hasil opini orang lain, bukan tren issue, ataupun gagasan orang lain....mungkin ini sedikit ilmu untuk warga sclera ....

Dalam pembuatan essai, alangkah baiknya kita menghindari kalimat berulang dan memperbanyak kalimat penegasan yang dramatis, bisa mengugah hati pembaca, yang dirangkaikan dengan fakta-fakta terkini...

Saya juga sebenarnya masih bingung, essai itu sebenarnya karya apa, karena ketika membaca essai saya sering menemukan karakter yang berbeda dari setiap tulisan, namun yang paling saya tidak bisa pungkiri adalah adanya penawaran gagasan di setiap naskah...

Saya juga pernah mengikuti lomba menulis yang diadakan oleh SINOVIA (Lembaga Pers FK Unhas), waktu itu saya bareng dengan saudara akbar dan sahabuddin (2009), sahab membuat cerpen, sayapun demikian, sedang kak akbar membuat essai, cerpen sahab berhasil menjadi juara I, dan essai kak akbar jadi juara II, saya juga tidak membaca hasil karya kak akbar, apa kategori didalamnya sehingga bisa tembus menjadi juara II, sedang saya sendiri tidak dapat juara apa-apa, saya sempat malu-malu sendiri saat itu...namun kemalu-maluan itu bukan akhir dari tulisan saya...mungkin memang kak akbar lebih tahu mengenai essai yang baik seperti apa...

Tapi, ini adalah langkah awal bagi kita untuk mulai menulis....tidak perlu lihat persyaratan dan kategori, melihat ada anggota sclera yang bisa menulis saja, saya sangat senang....

Dalam pembuatan karya, memang kita tidak selalu menjadi yang terbaik untuk awalnya, tapi tanpa kita sadari kita sudah menjadi yang terbaik untuk diri sendiri....inilah yang menjadi prinsip saya selama ini ketika ada tulisan saya yang gagal terbit...

Mungkin sekian dulu share ilmu ini...

Salam publikasi!

Read more...

Essai : Dislike at The First

 Oleh : Azizah (2011)

Raga membeku, lisan pun keluh, tak ada kata yang dapat menggambarkan kondisi pikiranku saat itu. #Ceilee
Yah, setidaknya aku benar benar bingung dan kacau saat menatap layar monitor komputer di rumahku. Disana jelas tertulis “SELAMAT, ANDA LULUS DALAM PROGRAM STUDI KEPERAWATAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR”, kata-kata singkat yang bisa mengubah jalan hidupku dalam sekejap. Honestly, aku justru sedikit berharap agar tidak lulus di jurusan ini. Bukannya pamer apalagi sombong loh ya, tapi sebelum pengumuman itu aku sudah dinyatakan lulus di jurusan farmasi dan analisis kesehatan, yang sebenarnya aku lebih memilih jurusan-jurusan itu dibandingkan keperawatan.
Hmm, mungkin ini kali ya yang dinamakan andilau alias antara dilema dan galau. Rasa-rasanya berjuta-juta pemikiran pop out in my brain pas natap layar monitor ajaib itu, pas ngebaca tulisan aneh itu yang bisa ngebuat aku kaku beberapa menit. Gimana kalo mama maksain masuk keperawatan, gimana kalo aku disuruh milih jurusan-jurusan itu, gimana kalo pilihanku gak sesuai sama mereka, gimana kalo akhirnya aku kuliah di makassar, gimana kalo aku gak kuat jauh dari ortu, gimana kalo gimana kalo gimana kalooooo. Huah, ini otak bisa pecah seketika rasanya.
Try to breathe deeply, huussaaaaah
Kabur dari depannya monitor ajaib, menuju ke ruang tamu yang personilnya ada mama, abah, dan kakak. Kasih tau gak eaa? kasih tau gak eaaaa? Masih belum berani ngomong ke mereka tentang pengumuman lulus di keperawatan ternyata. Besok-besok aja sudah ngasih taunya, butuh persiapan mental juga dengar pendapat mereka tentang jurusan yang satu ini, pikiranku saat itu.
Keesokan malam harinya, masih dalam agenda keluarga biasanya, ngumpul diruang tengah sambil nonton bareng ngetawain tingkahnya sule. Okke, ini saatnya kukatakan semua. #ceileee
Tanpa basa-basi, withoutopening session, plus ekspresi wajah datar, terucap kata “ma, nur lulus di keperawatannya UIN”. Senyum sumringah pun menyambutku tanpa kuminta, “alhamdulillah naak kalo gitu, jadi mau ambil jurusan yang mana ini?”, sesaat aku merasa ada titik cerah agar memilih sesuai yang aku mau, “kalo nur, kayaknya lebih condong ke yang farmasi ma”. Senyum yang tadi mulai luntur deh, hmm persis seperti yang kubayangkan diawal, gini nih jawabannya mamaku “kalo kamu memang betul betul mau di jurusan itu, coba dipertimbangkan aja lagi nak, mama sih Cuma pengen bisa dirawat oleh tangan anak mama sendiri”. Hmmm, habis suda harapanku untuk dijurusan lain, aku memang paling gak bisa ngebantah permintaannya mamaku, apalagi bener bener skakmat gak punya jawaban lagi, lagian satu rumah ngedorong aku masuk ke jurusan ‘kemayu’ itu. Pasrah bener bener pasrah dah aku.
Persis kayak waktu liat pengumuman itu, wajah datar pikiran kosong melompong terpajang saat hari pertama masuk kuliah sebagai mahasiswa keperawatan UIN. Yang awalnya memang sudah badmood, jadi makin badmood gara-gara dikumpul kumpul sama senior yang pada merokok didalam ruangan, makin ngerasa salah masuk jurusan rasanya. Belum lagi tugas-tugas yang cukup menggila plus laporan-laporan yang bikin otak bisa berdarah. #lebaimodeon
Tapiiiiiiii, semua keterdislikean terhadap jurusan ini lumpuh sudah seiring bertambahnya pemahamanku tentang keperawatan, dan ada banyak harapan dan impian dari mama untukku disini. At the first i do everything in this major bcz of my mom, bcz i want to make her dreams comes true. Dan kini, mimpinya telah menjadi mimpiku, masih banyak hal yang harus aku raih, masih banyak cita yang perlu tuk digapai. Jurusan ini telah menjadi jalanku, jalan untukku membahagiakanmu. Ibu
 
 Nb : Ini juga salah satu esai terbaik, selamat nah...

My Profile :

Full Name           : Nurazizah  
NickName           : Azizah atau Ijah  
TTL                     : Santan Tengah (KuKar), 16 Agustus 1993
Daerah Asal         : Bontang, Kal-Tim
Gol. Darah          : B 
 Jurusan                : Keperawatan ‘01
Semester  : III (Ganjil
Moto Hidup        : “Jadilah pembeda sebaik-baiknya pembeda. Karena yang berbeda belum tentulah yang terbaik, dan yang terbaik tentulah yang berbeda.”
Motivation         : “jika ingin mendapatkan sesuatu yang belum pernah didapatkan, maka lakukanlah hal (+) yang belum pernah dilakukan. The point is, berpantas dirilah untuk mendapatkan segala hal (+) yang kita inginkan.”

Read more...

Essai : Apakah kalian suka berada dalam jurusan keperawatan ?

Oleh : Sofiati (2011)
Ya, saya sangat bersyukur dan merasa  bangga sekali bisa masuk serta terdaftar sebagai mahasiswa keperawatan di UIN Alauddin Makassar ini. Menjadi seorang Perawat merupakan impian bagi saya sejak saya duduk di bangku SMP. Tentu saja impian itu tidak datang dengan sendirinya dalam hidup saya. Itu semua berawal dari pengalaman-pengalaman kecil yang sangat bermanfaat sekali bagi saya, serta mampu  mengubah tujuan dan arah hidup saya sampai saat ini.




             Sebenarnya dari kecil cita-cita saya adalah menjadi seorang dokter, dimana dalam pikiran saya muncul perasaan ingin merawat orang yang sakit,  bisa memberikan obat, mengobati luka pasien, bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang hidup di bawah standar kemiskininan dll. Namun ternyata semua itu bertentangan dengan apa yang telah saya alami dan amati selama ini. Hal itu bermula ketika orang tua saya membawa saya berobat langsung ke tempat praktek dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang cepat dan pengobatan yang tepat. Hasil yang kami kami dapatkan amatlah jauh dari harapan kami, dokter yang datang terlambat, penanganan yang lambat, dan sungguh dokter yang sangat menyedihkan bagi saya senyumpun tidak pernah, dan yang paling menyedihkan bagi kami bukanya kami mengemis kata maaf dari dokter itu tapi yang setidaknya ada kata-kata yang terucap dari bibir pahit si dokter sebagai permintaan maaf atas keterlambatanya karena hampir 1 jam kami menungggu si dokter. Alasan dari orang tua saya tidak membawa langsung saya ke puskesmas karena katanya apabila kami pergi ke puskesmas belum sampai di pintu masuk sudah terpasang muka muram dari para perawat yang bertugas, maklum kebanyakan yang datang adalah keluarga yang membawa kartu JAMKESMAS, kebanyakan ngomel dari pada kerjanya, dan terkenal juga sadis-sadis. Sungguh citra seorang perawat di mata masyarakat sangatlah buruk. Namun saya juga mengerti pekerjaan sebagai seorang perawat adalah bukan hal yang mudah , mungkin karena terlalu kelelahan menangani begitu banyak pasien, memeriksa setiap 3 jam dan masih banyak yang lainya. Padahal, tidak semua perawat bersikap seperti itu kepada pasienya seperti yang dikhawatirkan orang tua saya dan masyarakat pada umumnya. Perawat  betul-betul memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat, melayani pasien 24 jam penuh, langsung berurusan dengan masalah pasien seperti memasang infuse, malakukan hacting, membersihkan luka, mengganti balutan, dan mendengarkan langsung keluh kesah dari pasien, bahkan perawat mempertaruhkan nyawanya apabila menangani pasien yang dengan penyakit menular, tidak tertutup kemungkinan perawat sendiri bisa tertular oleh penyakit pasien tersebut jika kondisi perawat tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan tersebut (sakit), maupun jika perawat tidak berhati-hati dalam melakukan tugasnya, yang  jika hanya dibandingkan dengan pekerjaan  seorang dokter hanya datang memeriksa satu kali sehari, tidak ada yang bisa bergerak selagi dia memeriksa, satu pasien bisa di hitung menit sungguh ironis sekali kenyataan yang harus di hadapi oleh seorang perawat. Apalagi di mata masyarakat awam perawat adalah seseorang yang hanya dianggap sebagai pembantu dokter, yang melakukan pekerjaan ketika dokter yang menyuruh, bahkan sampai saat ini anggapan seperti itu masih ada di sebagaian kalangan masyarakat.
Dari pengalaman-pengalaman tersebut cita-cita saya yang ingin menjadi dokter hilang begitu saja dan dalam hati saya muncul dorongan yang sangat kuat agar saya bisa menjadi seorang perawat, supaya saya bisa  membuktikan kepada masyarakat bahwa seorang perawat tidaklah seperti apa yang masyarakat pikirkan selama ini, saya akan  berusaha memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat bahwa seorang perawat itu bukan sebagai pembantu dokter tetapi sebagai mitra dari dokter, dokter hanya bisa melakukan pekerjaanya ketika di bantu oleh perawat. Saya akan berusaha memberikan pelayanan terbaik saya tanpa membeda-bedakan pasien dari segi sosial, pendidikan maupun ekonomi.  Serta yang paling penting bagi saya adalah untuk memegang kuat pada prinsip hidup saya  “sertai setiap langkahmu dengan keikhlasan dan senyuman” yang insya Allah  dapat mematahkan citra buruk masyarakat terhadap seorang perawat. Jadi berada dalam jurusan keperawatan ini bagi saya adalah sesuatu yang sangat-sangat saya sukai yang bukan hanya dijadikan sebagai pelarian karena sesuatu hal. 

Nb : Essai ini adalah salah satu dari tiga essai terbaik dalam perekrutan anggota SCLERA kemarin, selamat yah!  
 Biodata Penulis :
Nama lengkap       : Sofiati
Nama panggilan   : Sofi atau ati
TTL                         : Sie, 21 Juni 1993 
Asal                       : BIMA-NTB 
Jurusan          : Keperawatan B “011”     Semester                : III  (tiga)
Motto                   : “kegagalan merupakan         jembatan awal menuju kesuksesan

Read more...

Sosialisasi Hasil Rapat Kepanitiaan Mubes I

Oleh : Nurul Akidah (2009)

Untuk para warga sclera, senior-senior, rekan-rekan, adik-adik yang tidak sempat menghadirkan diri kemarin, Inilah hasil rapat kepanitiaan Mubes I SCLERA yang pertama :

Samata, tepatnya pada tanggal 14 November 2012 kemarin, diadakan rapat kepanitiaan Musyawarah Besar SCLERA yang rencana akan digelar desember mendatang. Kepanitiaan ini dikoordinir langsung oleh saudari Anita Sukarno (2010) selaku ketua panitia, diantara hasil pembicaraan kepanitiaan adalah,

1. Mubes akan dilaksanakan pada tanggal 08-09 Desember mendatang dengan pertimbangan aktivitas akademik dan klinik dari angkatan 2009, 2010, 2011 pada saat itu sudah tidak ada atau jarang.

2. Tempat yang menjadi rencana TKP adalah Pemandian Alam Bantimurung, Maros

3. Dana akan dikumpulkan lewat penjualan Stiker (so, semua warga sclera wajib membeli stiker ini demi kelancaran dana)

4. Gerakan seribu kertas untuk pencarian dana yang dikoordinir oleh angkatan 2011 bekerjasama dengan SCLERA (Katanya lebih banyak pembicaraan intern, jadi kita tunggu saja hasilnya)

5. Selama 2009 dan 2010 praktik klinik dan lab skill, 2011 yang mengambil alih untuk jual-jual teh (pencarian dana juga)

6. Menunggu nama-nama SK dari sekum untuk pembentukan NersPreneur bagi anggota baru Sclera, semacam kegiatan untuk mencari dana lewat pemberian modal kepada kelompok-kelompok yang telah dibagi dan kemudian di kembangkan melalui usaha masing-masing (ini adalah usulan Ketum), so sekum cepat buat SKnya sebelum kita berangkat ke pakatto (colek Aswedi Winardi (2009))

Adapun dari kepengurusan adalah,

Akan diadakan pembuatan lambang Persatuan SCLERA yang lain, berupa baju kaos dan jaket, baju kaos ini wajib untuk anggota baru, sedangkan anggota angkatan I dan II sunnah (kayak hukum agama saja...xixixixi), tapi anggota baru juga bisa memesan jaket, angktan I dan II, terserah mau ambil yang mana (bagusnya sih jaket saja, kita kan sudah punya baju, xixixixi) ini diutarakan langsung oleh saudara Bahtiar (2009) sebagai koordinator danus kepengurusan, untuk masalah desain, yang penulis dapatkan langsung dari hasil wawancara dengan beliau (cieeee...adami bakat wartawanku, xixixix), katanya kita tunggu sja dalam beberapa hari ke depan, mudah2an cepat jadi dan diposting ke grup untuk minta pendapat teman2...

Inilah hasil rapat singkat kita kemarin, so...bagi warga sclera baik senior ataupun junior yang ingin memesan baju atau jaket, silahkan berhubungan langsung (whatz?) dengan saudara Bahtiar (2009), ito nama panggilannya, NIMnya dak tau berapa, wkwkwkwkwkwk

Salam publikasi!

Read more...

Seri Artikel : Jangan abaikan gejala DM !

>> Rabu, 07 November 2012

Dinyanyikan oleh : Nurul Akidah (2009)


Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan kesehatan di mana kadar gula dalam darah seseorang menjadi tinggi karena gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh tubuh. Diabetes Mellitus / DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis yang mempunyai jumlah penderita yang cukup banyak di Indonesia juga di seluruh dunia.


Pada orang yang sehat karbohidrat dalam makanan yang dimakan akan diubah menjadi glukosa yang akan didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk dijadikan energi dengan bantuan insulin. Pada orang yang menderita kencing manis, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak adanya zat insulin dalam tubuh. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan.
Kadar gula yang tinggi akan dibuang melalui air seni. Dengan demikian air seni penderita kencing manis akan mengandung gula sehingga sering dilebung atau dikerubuti semut. Selanjutnya orang tersebut akan kekurangan energi / tenaga, mudah lelah, lemas, mudah haus dan lapar, sering kesemutan, sering buang air kecil, gatal-gatal, dan sebagainya. Kandungan atau kadar gula penderita diabetes saat puasa adalah lebih dari 126 mg/dl dan saat tidak puasa atau normal lebih dari 200 mg/dl. Pada orang normal kadar gulanya berkisar 60-120 mg/dl.

Penyakit yang akan ditimbulkan oleh penyakit gula darah ini adalah gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk / gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya. Tidak jarang bagi penderita yang parah bisa amputasi anggota tubuh karena pembusukan. Oleh sebab itu sangat dianjurkan melakukan perawatan yang serius bagi penderita serta melaksanakan / menjalani gaya hidup yang sehat dan baik bagi yang masih sehat maupun yang sudah sakit.
Terdapat dua tipe diabetes mellitus, DM tipe 1 adalah di mana tubuh kekurangan hormon insulin atau istilahnya Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) dan DM tipe 2 di mana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya atau istilahnya Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).

Diabetes bukan 100% penyakit turunan. Diabetes melitus bisa disebabkan riwayat keturunan maupun disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Setiap orang bisa terkena penyakit kencing manis baik tua maupun muda. Waspada bagi anda yang memiliki orang tua yang merupakan pengidap diabetes, karena anda akan juga memiliki bakat gula darah jika tidak menjalankan gaya hidup yang baik.

Resiko terkena diabetes dapat dikurangi dengan mengatur pola makan yang sehat, rajin olahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok mirasantika dan lain sebagainya. Bagi anda yang sudah terkena diabetes sebaiknya berolahraga setiap pagi, makan makanan yang bergizi rendah karbohidrat dan lemak namun tinggi protein, vitamin dan mineral. Perbanyak makan sayuran dan makanan berserat tinggi lainnya. Rajin-rajin memeriksakan kandungan gula darah anda dan menginjeksi insulin ke dalam tubuh dan minum obat jika diperlukan sesuai petunjuk dokter secara teratur. Dengan begitu anda dapat menghindar dari resiko efek yang lebih parah.

Semoga Bermanfaat !

Salam Publikasi

Read more...

Seri Artikel : Hipertensi

Shared by : Nurul Akidah (2009)

Apa yang menyebabkan tekanan darah bisa meningkat? Sebagai ilustrasi, jika Anda sedang menyiram kebun dengan selang. Jika Anda menekan ujung selang, maka air yang keluar akan semakin kencang. Hal itu karena tekanan air meningkat ketika selang ditekan. Selain itu, jika Anda memperbesar keran air, maka aliran air yang melalui selang akan semakin kencang karena debit air yang meningkat.


Hal yang sama juga terjadi dengan darah Anda. Jika pembuluh darah Anda menyempit, maka tekanan darah di dalam pembuluh darah akan meningkat. Selain itu, jika jumlah darah yang mengalir bertambah, tekanan darah juga akan meningkat.
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat Anda kendalikan. Ada juga yang dapat Anda kendalikan sehingga bisa mengatasi penyakit darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain:
Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan:
  • Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam.
  • Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi.
  • Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari.
  • Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu.
  • Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk.
  • Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda.
  • Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Kendalikan kadar kolesterol Anda.
  • Kendalikan diabetes Anda.
  • Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.
 CEGAH JIPERTENSI SEDINI MUNGKIN!

Read more...

Website menarik

Shared by : Nur Akbar (2009)

Beberapa Website menarik yang bagus dikunjungi
10. http://senyumperawat.blogspot.com/

Read more...

Bahtiar (2009)

"virus "KEPENG" merajalela ..... hati2 efek sampingnya .... ckckckckck"

Nur Akbar (2009)

"Coming soon.. Musyawarah besar keluarga besar SCLERA.. Don't go any where!!!"

Bahtiar (2009)

"makanya kadernya juga jgn timbul tenggelam .... tetep mengapung .... hahahahaha"

"mau pemkes terus bikin baju n jket n gerakan 1rb sclera ters mau cari sekret"

"
berjuta pengalaman baru, beribu silahturahmi, beratus canda tawa, berpuluh keluh kesah, namun kita bersatu meretas segalanya ....memory of sclera in malino .... semoga menjadi batu loncatan menuju kemajuan"

Sahabuddin (2009)

"Dimata Z, Sclera diantara hidup dan mati... kedepannya harus lebih konsisten!"

Arman (2005)

Assalamu alaiku,...
Adik-adik/teman2 yang butuh alat/Buku kesehatan (kedokteran, keperawatan, bidan, dll) yang murah bisa hubungi 08524292013

Jackline (2009)

"For Ramla Runa Mana Foto2x Yg seru itu bersama Andi Enni Yulfanita,Ella Nag Nerzizta,Uchy Dompu,?Kasihan teman qt Sahabuddin Ubaydillah jd Fotografer sejati ditambah peristiwa2 lucu. Jd senyum2 sendiri kalo ingat kalian.Hehe:)"

"Nice Memory In Malino I'll not 4get it.Thankz 2 all Of U guYzs:)"

Anita Sukarno (2010)

"Ehh tabe senior... itu blog mohon dipublikasikan...krn mau tongki baca2ki jujaaa hehe

Oh iya.... mubes kita tgl 1-2 desember...itu masih perkiraan...."

Safri Jafar (2007)

"Apresiasi yg sebesar-besranya untk ade2 di sclera....
silahkan berproses dinda dan catatkan sejarah ta' dengan warna yg dinda anggap terbaik. Kami senior2 selalu mnjdi pendukung utama anda....."
"aslm.....
dinda, ada masukan dri slah stu teman. Klo nama Slera nda usah pke Ners tpi nursing aja krn Ners merujuk kpd Profesi Ners yg mrupakn tingkatan pendidikan di keperawatan.... Sdnkn Nurse merujuk kpd orgnya yg bkan lgi status mahasiswwa...
Terimaksih.
semangaddd."

Bahtiar (2009)

Sclera vacum...ndak ada kegiatan....saya kira inilah saat yang tepat do ACTION...NOT ONLY SAY LATER.....

Ayudiah Uprianingsih (2009)

"Kalau perawat perempuan dipanggil "suster", maka perawat laki-laki dipanggilnya "master" :-)

Nurul Akidah (2009)

"Teman2, ditauji memorinya itu rumah sebelum kita datang menginap disana semalam?"

*edisi horor

Fitriani Hardianti (2009)

"Sclera agak timbul tenggelam..
kdang kluar dgn berbagai macam kgiatan tpi kdang jga vacum.."

Ns. Arbianingsih Tiro, S.Kep, M.Kes

Selamat dan sukses aksi mhs perawat seindonesia ke DPR RI 15/10/12.600 org,berhasil mendesak anggota panja utk tandatangan janji menyelsaikan RUUK.target 22/10/12 masuk pleno komisi utk diserahkan ke baleg.terima kasih mhs,tetap semngat,calon perawat pemimpin masa depan.mari kita kawal bersama

Abd. Rahman Rara (2008)

kapan teman-teman sclera ngumpul lagi, mumpung masih belum terlalu sibuk, sisipkan waktu untuk duduk sama2 dan share knowledge untuk improvisasi ilmu keperawatan khususnya untuk sclera. teman2 angkatan baru menunggu inovasi dan karya terbaru dari sclera. saya kecewa jika mental teman2 untuk memulai beraksi puyar,...jk ini dibiarkan jagn harap teman2 akan memilki kpasitas ilmu keperawatan luas. klw cm mengandalkan proses belajar dikelas, sy yakin output ilmu tidak akan bertahan bahkan bertambah sekalipun pasti tidak akan. so, bagi teman2 yang memilki rasa malu, saya rekomendasikan untuk beraksi kembali. karyamu dnantikan oleh masyarkat keperawatan.

mari berbagi untuk berkarya,...

Imran Ahmad (2008)

"Saat kuliah, ingin rasanya menjadi bocah yang siap melakukan apa saja"

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP